• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Tour Japan

Tour Japan

Local premium travel agency spesialis tour ke jepang , tour hokkaido, japan private tour , sewa mobil jepang

  • Home
  • About Us
    • Our Company
    • Our Office
    • Our Team
    • Our Service
    • How to Order
  • Private Tours
    • Tour Packages
      • Winter Tour
      • Autumn Tour
      • Hokkaido
  • Hokkaido
    • Inquiry Form
  • Client Reviews
  • Contact Us
  • FAQ

Itinerary 4 Hari Di Akita Meliputi Jalan Samurai, Pemandian Air Panas, dan Batu Godzilla

Artikel ini akan memandu anda dengan rekomendasi itinerary 4 hari di Prefektur Akita yang merupakan sebuah wilayah terpencil di utara Jepang yang kaya akan keindahan alam. Anda akan mengunjungi desa samurai di Kakunodate, menikmati pantai berpasir di tepi Danau Tazawa, bersantai di onsen berwarna putih susu di Nyuto Onsen, mengeksplorasi seni dan taman di Kota Akita, serta berkendara atau bersepeda di sekitar Semenanjung Oga. Bersiaplah untuk perjalanan di Akita yang menawarkan perpaduan sejarah, alam, dan tradisi Jepang!


Day 1: Kakunodate

Kakunodate Samurai Residences

Kakunodate didirikan sebagai castle town oleh Ashina clan pada tahun 1620. Karena kekayaan budaya dan arsitektur tradisionalnya, kota ini mendapat julukan “Little Kyoto of Michinoku,” dengan Michinoku yang merujuk pada nama kuno wilayah Tohoku.

Banyak rumah samurai yang dibangun di area seluas sekitar 2 kilometer, dan banyak di antaranya tetap terpelihara dengan baik hingga saat ini. Sebagian besar rumah samurai ini dapat ditemukan di sepanjang Jalan Bukeyashiki-dori, yang sekarang merupakan Distrik Pelestarian yang ditunjuk sebagai District of Groups of Historical Buildings. 

Beberapa rumah samurai di Kakunodate, seperti Aoyagi House dan Ishiguro House, membuka pintu mereka bagi pengunjung yang ingin menjelajahi halaman dan ruangan untuk memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan keluarga samurai pada masa itu. Pengunjung dapat merasakan suasana dunia lama ini dengan menyewa kimono dari toko-toko sekitar atau menaiki becak yang berangkat dari Kakunodate Kabazaiku Denshokan, yaitu museum yang menampilkan kerajinan kayu dari kulit pohon ceri tradisional khas daerah ini.

Kakunodate juga terkenal dengan bunga sakuranya yang menggantung. Terdapat sekitar 400 pohon sakura yang menggantung di Kakunodate, dengan 162 di antaranya ditetapkan sebagai Monumen Alam.

Lunch: Sakura no Sato

Sakura no Sato adalah restoran yang menyajikan hidangan khas Akita seperti mi udon Inaniwa dan ayam Hinai, serta menawarkan kerajinan tradisional Kakunodate, termasuk kerajinan kayu dari kulit kayu ceri. Inaniwa udon dikenal sebagai salah satu jenis mi udon terbaik di Jepang. Mi ini berasal dari daerah Inaniwa dan dibuat menggunakan tepung gandum lokal. 

Ando Jyozo Honten

Ando Jyozo, didirikan pada tahun 1853 yang telah memproduksi miso, kecap, acar, dan berbagai produk berkualitas tinggi selama lebih dari 170 tahun. Gudangnya yang terbuat dari bata merah mencolok menjadi latar yang menarik untuk berfoto, dan pengunjung dapat masuk secara gratis untuk mencicipi serta berbelanja.

Produk-produk dari Ando Jyozo dikenal karena menggunakan teknik pembuatan bir alami tanpa bahan tambahan. Setiap langkah proses dikelola oleh pembuat bir berpengalaman secara manual, tanpa bantuan mesin, menjadikannya favorit di kalangan pecinta cita rasa autentik Jepang. Sebungkus miso atau sebotol kecap dari Ando Jyozo bisa menjadi oleh-oleh tahan lama yang cocok untuk dibawa pulang!

Dakigaeri Valley

Dakigaeri Valley terkenal dengan hutannya yang lebat dan aliran sungai berwarna hijau zamrud. Selain dedaunan hijau, lembah ini menawarkan view musim gugur yang cantik, dengan warna-warna terbaik yang muncul antara awal Oktober hingga awal November.

Baca Juga :  Kapan Waktu Terbaik Untuk Liburan Ke Jepang

Bagi yang tidak memiliki cukup waktu untuk mengunjungi Dakigaeri Valley, pendakian alternatif adalah Gunung Furushiro yang terletak di sebelah utara Kakunodate Samurai Residences. Pendakian singkat selama 15 menit ini menawarkan view kota yang indah dari puncak setinggi 168 meter.


Day 2: Danau Tazawa dan Nyuto Onsen

Hari kedua, kita akan melanjutkan perjalanan ke pedesaan Akita. Perjalanan ini akan diakhiri dengan menginap di salah satu resor pemandian air panas yang indah dan unik di Jepang, di mana Anda dapat melepaskan penat dan memulihkan energi untuk melanjutkan sisa perjalanan di Akita.

Danau Tazawa

Danau Tazawa memiliki keliling sekitar 20 kilometer dengan kedalaman mencapai 423,4 meter, menjadikannya danau terdalam di Jepang. Permukaan danau yang berwarna biru cerah berpadu indah dengan pemandangan indah di sekitarnya, mulai dari hijaunya daun di musim semi dan panas, warna-warna cerah daun musim gugur, hingga lapisan salju tebal yang menutupi area danau saat musim dingin.

Pengunjung dapat berkendara atau bersepeda mengelilingi danau, atau mengelilinginya dengan Perahu Rekreasi Danau Tazawako, yang berangkat dari Tazawako Rest House. Di sepanjang tepi danau terdapat objek wisata seperti Patung emas Tatsuko, gerbang torii merah Kuil Gozanoishi, dan Kebun Herbal Tazawako. Jika cuaca hangat, Anda dapat berenang di Area Berenang Danau Tazawa, yang menawarkan pantai berpasir putih dan air dangkal yang jernih.

Lunch: Tazawako Rest House

Untuk makan siang, Anda bisa menikmati hidangan di tepi danau di Tazawako Rest House, yang menawarkan menu khas Akita, seperti udon Inaniwa dan ayam Hinai. Ayam Hinai dikenal sebagai salah satu jenis ayam paling lezat di Jepang, terkenal karena dagingnya yang beraroma dan padat serta lemak kuningnya yang manis. Anda bisa merasakan kelezatan daging dan telur ayam Hinai dengan memesan semangkuk nasi ayam dan telur yang disebut “oyakodon”.

Nyuto Onsen

Tujuh mata air panas yang tersebar di kaki Gunung Nyuto dikenal sebagai Nyuto Onsen. Setiap mata air memiliki sumber air panas yang unik dengan kandungan mineral dan tekstur khas, serta dilengkapi dengan hotel-hotel yang siap menyambut tamu yang ingin menginap.

Didirikan pada tahun 1600-an, Tsurunoyu Onsen adalah resor mata air panas tertua di Nyuto Onsen. Tempat ini terkenal dengan airnya yang berwarna putih susu, serta pernah digunakan sebagai pemandian terapi oleh para penguasa clan Akita. Bangunan Honjin dengan atap jerami, yang dulu digunakan oleh para pengawal penguasa, masih berdiri di sana hingga saat ini. Ada juga penginapan Yama no Yado, yang menjadi saksi bisu dari sejarah bergengsi Nyuto Onsen.


Day 3: Seni dan Sejarah Kota Akita

Pada hari ke-3, Anda akan meninggalkan pedesaan Akita dan menuju Kota Akita, yang kecil namun penuh gaya dan memiliki nuansa perkotaan. Di kota ini, Anda akan menjelajahi berbagai museum, taman, dan bangunan bersejarah, serta menikmati hidangan lokal yang lebih beragam.

Senshu Park

Taman Senshu terletak di pusat Kota Akita. Sepanjang tahun, pengunjung dapat menikmati pemandangan bunga sakura, bunga teratai, azalea, iris, dedaunan musim gugur, dan banyak lagi. Taman Senshu juga menjadi rumah bagi Museum Sejarah Satake Kota Akita, yang menampilkan berbagai artefak dari Domain Akita dan clan Satake.

Baca Juga :  10 Tempat Wisata Seru di Chiba

Lunch: Akita Kiritanpoya

Akita Kiritanpoya adalah restoran dengan hidangan tradisional Akita yang berdiri sejak dari Zaman Edo. Kiritanpo terbuat dari nasi tumbuk yang ditusuk pada tongkat dan dipanggang. Konon, hidangan ini awalnya dibuat oleh para penebang kayu di pegunungan yang mengawetkan sisa nasi dengan menumbuk dan memanggangnya.

Kiritanpo dapat dinikmati dengan sedikit miso atau ditambahkan ke dalam hotpot berisi kaldu ayam dan sayuran. Di Akita Kiritanpoya, Anda dapat menikmati hotpot kiritanpo yang terbuat dari kaldu ayam Hinai, dibumbui dengan kecap asin dari Kakunodate dan sake Akita. Selain kiritanpo, hidangan ini juga dilengkapi dengan jamur, daun bawang, ayam Hinai, dan bahan-bahan lainnya.

Akita Museum of Art

Museum ini terletak di pusat Kota Akita, menghadap ke Taman Senshu. Museum Seni Akita berfokus pada karya-karya Tsuguharu Foujita, yang juga dikenal sebagai Léonard Foujita, seorang pelukis Jepang yang terkenal di Paris pada tahun 1920-an. Foujita menetap di Akita, di mana ia melukis mural sepanjang 20 meter berjudul “The Events of Akita” pada tahun 1937. Mural ini menggambarkan festival dan kehidupan sehari-hari di Akita dan dipamerkan dengan megah di Museum Seni Akita.

Akita City Akarenga Red Brick Folk Museum

The Akita City Akarenga Red Brick Folk Museum terdiri dari tiga bangunan utama: Red Brick Hall, New Hall, dan Storage Hall. Red Brick Hall, dibangun pada tahun 1912 sebagai bekas kantor pusat Bank Akita, dengan eksterior bergaya Renaisans yang megah dan interior bergaya Barok yang mewah. Langit-langitnya dihiasi dengan relief plester, dilengkapi dengan ukiran kayu dan mortar, serta penggunaan marmer.

Di dalam fasilitas ini juga terdapat Aula Memorial Katsuhira Tokushi, yang menampilkan karya-karya dari pembuat cetakan lokal, Katsuhira Tokushi. Selain itu, terdapat Ruang Memorial untuk Shiro Sekiya, seorang perajin dari Akita yang dianugerahi gelar Living National Treasure atas keahliannya dalam teknik “penyambungan” dan kontribusinya terhadap pengerjaan logam Jepang.

Akita Prefectural Goods Plaza

Akita Prefectural Goods Plaza, terletak di ruang bawah tanah pusat perbelanjaan Atorion yang menawarkan berbagai produk khas dari seluruh Prefektur Akita. Beberapa barang favorit di sini termasuk kiritanpo, udon Inaniwa, kerajinan tradisional, sake lokal, dan banyak lagi. Jadi, sebelum melanjutkan perjalanan Anda, jangan lupa mampir untuk membeli oleh-oleh khas Akita!


Day 4: Semenanjung Oga

Semenanjung Oga, terkenal sebagai rumah bagi Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Semenanjung ini kaya akan hidangan laut seperti ikan pasir, ikan air tawar, dan kepiting, serta hasil bumi seperti pir Oga dan melon Wakami. Karena ukurannya yang luas dan lokasinya yang terpencil, disarankan untuk menjelajahi Semenanjung Oga dengan mobil atau sepeda.

Oga Seafood Market

Oga Seafood Market, menjual berbagai makanan laut segar yang diimpor langsung dari Laut Jepang, serta makanan kering dan hasil bumi lokal. Pasar ini juga memiliki restoran yang menyajikan hidangan berbahan dasar makanan laut segar. Hidangan yang paling terkenal adalah Kaiho-don, yaitu nasi dengan aneka makanan laut di atasnya, serta Seafood Set Meal, yang berisi ikan utuh diiris menjadi sashimi. 

Baca Juga :  Freelance English Content Writer in Yogyakarta

Unosaki Beach Park

Pantai Unosaki membentang sepanjang 1,5 kilometer di selatan Semenanjung Oga dan termasuk dalam daftar 100 Pantai Terbaik di Jepang. Pantai ini menampilkan view batuan yang luas. Saat air laut surut, hamparan pasir dangkal memanjang hingga sekitar 200 meter, sehingga menarik perhatian para perenang di musim panas.

Pada hari-hari cerah, permukaan air memantulkan langit dengan sempurna, mirip cermin, sehingga pantai ini dijuluki “Akita’s Uyuni Salt Flat” yang terinspirasi dari dataran garam terkenal di Bolivia. Dalam beberapa tahun terakhir, pantai ini semakin populer di media sosial, terutama saat senja.

Godzilla Rock

Di sisi barat daya Semenanjung Oga terdapat sebuah batu yang dikenal karena kemiripannya dengan Godzilla. Batu ini terdiri dari batuan hasil pengendapan abu vulkanik yang terbentuk akibat letusan sekitar 30 juta tahun yang lalu, dan menjadi bagian dari Geosite Shiosezaki di Geopark Semenanjung Oga-Ogata.

Tempat ini juga menampilkan batuan unik lainnya seperti, Batu Ekor Godzilla dan Batu Gamera. Waktu terbaik untuk melihat Batu Godzilla adalah saat malam hari, ketika para fotografer berkumpul untuk menangkap momen “Godzilla menyemburkan api” saat matahari terbenam tepat di mulut siluetnya. Fenomena ini sering terjadi sekitar bulan April dan Oktober.

Patung Namahage

Di seberang Oga, terdapat tiga patung Namahage raksasa yang menjadi simbol wilayah tersebut. Salah satu patung tersebut berlokasi tidak jauh dari Godzilla Rock dan bisa dicapai dengan berjalan kaki. Patung ini setinggi 9,99 meter, melambangkan 999 anak tangga batu Goshado di Kuil Akagami yang berada di dekatnya. 

Gua Kankane

Gua Kankane terbentuk akibat erosi dari Laut Jepang yang kuat, menjadikannya salah satu gua laut terbesar di Semenanjung Oga. Bagian dalam gua ini memiliki luas sekitar 165 meter persegi dengan ketinggian sekitar 21 meter. Gua ini memiliki dua lubang yang menghadap ke laut serta satu lubang di bagian atas. Dari lubang-lubang ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan laut sambil mendengarkan suara ombak yang tenang. Sinar matahari yang masuk melalui lubang atas juga menciptakan pantulan warna-warni yang indah pada air laut.

Dari sejarah yang mempesona di Kakunodate, ketenangan pemandian air panas di Nyuto Onsen, hingga pemandangan alam yang menakjubkan di Semenanjung Oga, setiap destinasi memberikan kenangan yang tak terlupakan. Akita tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kedalaman tradisi dan budaya yang membuat setiap langkah perjalanan menjadi lebih bermakna. Kami harap itinerary ini memberikan inspirasi untuk menjelajahi lebih banyak lagi keajaiban yang tersembunyi di Akita. Sampai jumpa di petualangan berikutnya!

Category: Blog

About Claudia Syiba

Previous Post:Rekomendasi Itinerary 14 Hari di Jepang
Next Post:Tempat Wisata Paling Terkenal Di Hokkaido

Sudah punya rencana ke Jepang?

Dapatkan diskon 10% untuk pemesanan lebih awal.

Hubungi Kami

About Us

Our Company

Our Office

Our Team

Our Service

Tour Packages

Winter Tours

Sakura Tours

Summer Tours

Autumn Tours

Contact Us

Tel/WA: +81 80 7435 0088

Email: mail@tourjapan.co.id

Linkedin: @tourjapan

Instagram: @tourjapanofficial

We Accept

Your Payment is Secure and Protected With PayPal Buyer Protection

Copyright © 2026 · PT Ayana Global Mandiri

Return to top